Ini adalah kisah saat, Bobby Meidianto Hasan Madinah Jaguar masih kelas 3 SMPS Solo, dan Praktikum Pekerjaan Sosial di RSJ KENTHINGAN SOLO.
Saat itu, Jaguar sedang selesai meeting dan lalu mengerjakan administrasi di Medical Record.
Saat itu, tahu2 di luar terjadi keributan , seorang calon pasien baru, membuat geger karena melawan saat keluar dari mobil ambulance. Tapi kemudian ia mau duduk tenang di ruang pendaftaran.
Bobby si Jaguar , di suruh oleh Drs. Purwanto, kakak kelasnya yg kerja di situ, untuk ke ruang pendaftaran dan di situ ternyata ia di suruh mengantar pasien baru tersebut. Bobby kaget karena ternyata, pasien yg baru saja ngamuk itu yang ia di suruh mengantarnya ke bangsal. Ternyata, satpam dan orang2 di situ kapok sebab selain orang gila tersebut kekar badannya juga punya ilmu beladiri.
Bobby bengong saat pertama tahu ia di suruh antar orang itu. “YANG ITU????” tanyanya bloon kali. ” mampus deh gwa, hiiiih, badannya kekar banget??? inaraga apa jagoan beladiri??? [he he he... jagoan Den Harin bisa ngeri juga ya???, kan saat itu sudah di rekrut jadi anggota Den Harin dan Udah jagoan beladiri].
Ia melihat ke arah ruang Medical Center tempat teman2nya dan kakak kelasnya berada, “Kok??? Pada cekikikan??? Asem deh, pasti Gwa di kerjai”
“Sluman Slumun Slamet! Mudah2an gwa bisa bujukin dia” Katanya dalam hati sambil mikir, kelemahan orang itu dan kemungkinan yg harus dia hadapi nanti. Juga mikir mau pakai jurus apa nanti. [Masih o'on kali].
Tapi pas sampai di depan orang itu Bobby seketika dapat akal. Ia sempat lihat bahwa orang itu pakai kaos kampanye dan kebetulan ia dapat info sebelumnya kalau orang itu diantar Kepolisian yg sebelumnya menangkapnya karena orang itu merusak gambar2 kampanye.
Mas Tono? tanyanya, YA??? yang di tanya kaget. “Tadi kampanye ya?” Tanya Bobby [ Gila dikit tak apa deh asal selamat batinnya ]. Di jawab iya.
Yuuk Ikut kampanye di dalam, ada teman yang mau kampanye juga koq.
Orang itu kaget, tapi lalu ia menjawab dengan senang bahkan tersenyum kata Bobby. Akhirnya mereka berdua masuk ke bangsal Rawat Inap setelah Bobby berikan berkas ke satpam dan di acc. Ia tidak melakukan secara kasar malah pasien tersebut di rangkul pundaknya.
Sampai di bangsal dan laporan pada Mantri di situ, pasien tersebut di suruh duduk di tempat tidur. Tapi pas pasien itu lihat sang mantri keluarkan alat2 suntik ia mau lari tapi Bobby yg masih di situ [ di sebelahnya ] entah bagaimana tahu2 tuuh si calon pasien itu terangkat dan terbanting di tempat tidur itu dan di kunci oleh Jaguar. Mantri segera mengikat tangan dan kaki pasien itu dan lalu ambil alat ECT dan menyetrum kepala pasien tersebut, hingga ia klenger.
Bobby lega, ia tidak tahu bahwa, setelah itu ia jadi bahan pembicaraan, dan bahkan sebelumnya Dokter Pandu Direktur RSJ tersebut juga pernah melontarkan kekagumannya pada Guru dan kakak kelas Bobby mengenai Bobby yg di nilai malah lebih mengerti tentang teraphy kejiwaan dan diagnosa serta medis di banding para KOAS saat itu.
Akhirnya dengan lega sambil senyum2 sendiri Bobby kembali ke ruang Medical Record.
Aktifitasnya di situ agak kurang lazim. Sepulang dari situ ia jadi tukang antar teman2nya praktikum khususnya para cewe2 biarpun di bawah cantik. 2-3x ia pulang balik dari jalan besar – RSJ [550 meter] sambil boncengin bertiga naik vespa milik ayahnya, jemput dan antar teman2nya itu yang tak punya kendaraan ataupun sepeda, untuk naik bus pas pulang atau ia tunggu pas pagi2 di pinggir jalan besar itu untuk antar teman2nya ke RSJ. Hebat ya?